GESIT Masuk

E-Modul Interaktif Β· Ekonomi Kelas XI

GESIT β€” E-Modul Literasi Keuangan Digital Berbasis Falsafah Jawa Gemi, Setiti, dan Ngati-ati

Belajar mengelola uang di era digital dengan falsafah Jawa Gemi, Setiti, dan Ngati-ati.

Nilai GESIT

Gemi

Mengelola uang berdasarkan skala prioritas dan mengendalikan keinginan konsumtif, termasuk saat bertransaksi digital.

Setiti

Memeriksa dan mencermati informasi, harga, serta ketentuan layanan keuangan digital sebelum mengambil keputusan.

Ngati-ati

Mengantisipasi risiko keuangan digital, seperti penipuan, kebocoran data, dan pinjaman daring ilegal.

Ketiganya merupakan tri atunggal: satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam bersikap terhadap uang.

🎯 Tujuan Pembelajaran

  • TP 3.1 Menjelaskan konsep dasar literasi ekonomi dan keuangan digital, meliputi pengertian, manfaat, dan urgensinya bagi pengelolaan keuangan pribadi.
  • TP 3.2 Menyusun rencana pengelolaan keuangan pribadi secara bijak dengan memanfaatkan layanan keuangan digital.
  • TP 3.3 Menganalisis perkembangan teknologi finansial dan sistem pembayaran dalam ekosistem ekonomi digital.
  • TP 3.4 Mengevaluasi tantangan dan risiko keamanan transaksi digital serta menentukan langkah pencegahannya secara tepat.

🧭 Petunjuk Penggunaan

  1. Masuk dengan akun Google sekolah atau sebagai tamu (nama, kelas, nomor absen).
  2. Kerjakan Pretest terlebih dahulu.
  3. Isi Catatan Keuangan GESIT setiap hari selama 28 hari, dimulai sejak pertemuan pertama.
  4. Pelajari Materi 1–7: video atau kasus pemantik, uraian materi, LKPD individu, forum, latihan, dan refleksi.
  5. Kerjakan Posttest dan refleksi akhir, lalu lihat capaianmu di Dashboard.
Petunjuk lengkap β†’

Materi Pembelajaran

ℹ️ Tentang E-Modul GESIT

E-Modul GESIT dikembangkan untuk membantu peserta didik kelas XI SMA memahami dan mempraktikkan literasi keuangan digital. Materi disusun berlandaskan falsafah Jawa Gemi, Setiti, dan Ngati-ati sebagai satu kesatuan sikap dalam mengelola keuangan. Falsafah ini bersumber dari ajaran Asthagina dalam Serat Darmawasita dan disandingkan dengan nilai Pendidikan Khas Kejogjaan sebagai penguat konteks budaya.